Apa Itu Tes TOEFL – Jika kamu adalah seorang pelajar bahasa Inggris, bukan native speaker bahasa Inggris, ingin bekerja di perusahaan internasional atau belajar di negara-negara berbahasa Inggris, maka kamu mungkin pernah mendengar tentang tes yang disebut “TOEFL.” Tapi apa itu tes TOEFL sebenarnya dan apa yang perlu kamu ketahui tentang itu?

Jika kamu punya banyak pertanyaan tentang TOEFL, maka baca terus ulasan lengkap berikut ini. Panduan ini akan menuntunmu untuk memahami apa itu TOEFL, bagaimana cara kerjanya, apakah kamu perlu melakukan tes TOEFL atau tidak, dan bagaimana cara mempersiapkannya.

Yuk kita mulai pembahasannya.

Apa Itu Tes TOEFL?

apa itu tes toefl

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes standar untuk mengukur penguasaan bahasa Inggris dari peserta tes. Skor TOEFL terutama digunakan oleh universitas sebagai bagian dari proses penerimaan.

Biasanya, mereka yang mengambil TOEFL ingin berkuliah di universitas atau sekolah pascasarjana di luar negeri. Tetapi pada dasarnya siapa pun yang perlu menunjukkan penguasaan bahasa Inggris untuk tujuan akademik dapat mengambil tes TOEFL. Ini termasuk siapa pun yang mendaftar ke sekolah menengah asing, program pertukaran pelajar, community college, atau untuk mendapatkan visa pelajar.

TOEFL fokus pada bagaimana bahasa Inggris dipakai dalam lingkungan akademik, karena itulah berbagai sekolah dan universitas menggunakan skor TOEFL untuk pertimbangan penerimaan mahasiswa baru. Bagian reading dalam TOEFL menggunakan bahasa formal, akademik, dan kosakata tingkat tinggi alih-alih bahasa Inggris kasual atau conversational.

TOEFL atau TOEIC?

Meskipun populer, TOEFL bukanlah satu-satunya tes bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Faktanya, ada beberapa tes berbeda untuk bahasa Inggris sebagai bahasa asing, dan yang kamu pilih tergantung pada tujuan akademik dan kariermu. Jika kamu adalah seorang pelajar, maka kamu mungkin harus mengambil TOEFL. Tetapi jika kamu mengajukan permohonan visa kerja, TOEFL mungkin bukan tes yang tepat untukmu.

Jika kamu ingin membuktikan kemampuan bahasa Inggrismu untuk mendapatkan pekerjaan atau visa kerja, maka kamu mungkin perlu mengikuti Test of English for International Communication (TOEIC), bukan TOEFL. TOEIC menguji bahasa sehari-hari dan bahasa bisnis, alih-alih bahasa akademik, dan karenanya lebih sesuai untuk lingkungan kerja.

Siapa Saja yang Sebaiknya Ikut Tes TOEFL?

TOEFL ditujukan terutama untuk pelajar yang ingin mengikuti program universitas atau pascasarjana di negara berbahasa Inggris. Tetapi orang-orang juga dapat mengambil TOEFL untuk tujuan lain. Mereka yang dapat mengambil TOEFL meliputi:

  • Pelajar yang ingin masuk ke sekolah menengah di negara berbahasa Inggris.
  • Pelajar yang mengikuti program community college selama 2 tahun di negara berbahasa Inggris.
  • Orang yang ingin dilisensikan atau disertifikasi dalam bidang tertentu.
  • Orang yang perlu menunjukkan penguasaan bahasa Inggris mereka untuk tujuan imigrasi.
  • Orang yang hanya ingin menilai kemampuan bahasa Inggris mereka dalam situasi formal.

Pembuat tes merekomendasikan agar pelajar setidaknya berada di kelas 11 (atau 17 tahun) sebelum mencoba ikut tes TOEFL. Tes ini mengharuskan kamu untuk membaca beberapa bagian yang sulit dan terbiasa dengan beberapa kosakata tingkat tinggi dan sebagian besar siswa tidak mengenal jenis bahasa ini sebelum kelas 11.

Tidak semua perguruan tinggi atau universitas mengharuskan siswa internasional yang masuk untuk mengambil tes TOEFL. Mereka biasanya meminta TOEFL jika:

  • Bahasa Inggris bukan bahasa utamamu.
  • Jika bahasa pengantar utamamu bukan bahasa Inggris setidaknya selama lima tahun.
  • Beberapa sekolah tidak mewajibkanmu untuk mengikuti tes TOEFL jika kamu sudah:
  • Cukup menguasai bahasa Inggris, membaca, dan menulis dari ACT atau SAT.
  • Ikut tes TOEFL sekitar dua tahun terakhir.
  • Memperoleh diploma atau gelar dari negara berbahasa Inggris.

Mengapa Kamu Perlu Ikut Tes TOEFL?

Bahasa akademik seringkali padat dan formal, sehingga bahkan orang yang sudah belajar bahasa Inggris selama bertahun-tahun pun dapat kesulitan ketika berada di lingkungan akademik bahasa Inggris. Sebelum universitas menerimamu dalam program akademik, tim seleksi penerimaan ingin tahu apakah kamu dapat menangani beban kursus dari program berbasis bahasa Inggris: mereka menggunakan skor TOEFL-mu sebagai metrik standar untuk mengukur keterampilan bahasa Inggrismu.

Jika kamu adalah seorang siswa internasional yang mendaftar ke sekolah-sekolah di negara di mana bahasa utamanya adalah bahasa Inggris, kamu kemungkinan besar akan diminta untuk mengambil tes TOEFL sebagai bagian dari lamaranmu. Banyak sekolah menerima nilai dari tes bahasa Inggris lainnya, tetapi TOEFL saat ini adalah tes penilaian bahasa Inggris yang paling populer.

Sebanyak 9.000 universitas di 130 negara menerima skor TOEFL, termasuk AS, Kanada, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Semua sekolah di 100 universitas terbaik di dunia menerima TOEFL. Jika kamu tertarik berkuliah di universitas berbahasa Inggris, kemungkinan kampus pilihanmu akan meminta atau menerima skor TOEFL.

 

Baca Juga : Tempat Kursus Bahasa Inggris di Jakarta Barat Paling Recommended

 

Tips Menghadapi Tes TOEFL (TOEFL Preparation)

apa itu tes toefl

Sekarang kamu sudah tahu untuk apa itu TOEFL, nah sekarang waktunya kamu mempelajari strategi agar bisa sukses dalam tes TOEFL. Bahkan meski kemampuan bahasa Inggrismu jauh di atas rata-rata, kamu tetap perlu mempelajari beberapa tips dan strategi ini agar kamu dapat melakukan yang terbaik pada hari ujian.

Berikut beberapa tips TOEFL yang sangat bermanfaat.

1. Tentukan apakah kamu butuh tes TOEFL

Beberapa sekolah tidak memerlukan skor TOEFL, jadi kamu mungkin tidak perlu mengikuti tes!

Skor TOEFL-mu berlaku selama dua tahun. Jadi jika saat ini kamu masih ragu dengan rencana akademikmu dan kamu memiliki waktu (dan uang) untuk disisihkan, maka kamu mungkin ingin ikut ujian. Ini akan memberikanmu beberapa fleksibilitas untuk masa depan pendidikanmu, terlepas dari apakah kamu membutuhkan skor TOEFL atau tidak saat ini.

Namun jika kamu merasa tidak punya waktu untuk belajar atau enggan mengikuti tes karena alasan apa pun, maka cari tahu apakah kamu wajib mengikuti tes TOEFL atau tidak. Jika tidak wajib, maka kamu bisa menghemat banyak waktu, uang, dan tenaga.

Pertama, buatlah daftar semua perguruan tinggi atau universitas yang ingin kamu lamar. Lalu buka langsung situs webnya atau browsing sistem penerimaan internasionalnya. Biasanya link pertama yang muncul adalah laman yang kamu cari. Di sini kamu dapat mencari tahu apakah siswa internasional harus mengikuti TOEFL atau tes pemahaman bahasa Inggris lainnya.

Sebagian besar universitas besar menerima TOEFL, tetapi sebaiknya periksa untuk memastikan. Jika sekolah tidak mencantumkan informasi apakah mereka mensyaratkan TOEFL atau tidak pada halaman penerimaan, maka hubungi kantor penerimaan sekolah secara langsung.

Beberapa sekolah mewajibkan TOEFL, beberapa lainnya tidak mewajibkan, dan beberapa akan mengesampingkan persyaratan ini jika kamu sudah memenuhi kriteria lain. Selalu periksa ulang apa yang diminta sekolahmu sebelum kamu mendaftar.

2. Brainstorming beberapa topik speaking dan writing

Kamu mungkin sering sulit mengutarakan sesuatu ketika kamu diminta untuk berbicara tentang dirimu sendiri dalam bahasa Inggris. Dalam tes, kamu akan diminta untuk berbicara dan menulis tentang dirimu sendiri.

Sebelum tes, buatlah daftar hobi yang kamu sukai (atau perbendaharaan kosa kata yang perlu kamu ungkapkan). Dengan cara ini, kamu dapat merasa lebih rileks dan siap untuk menjalani ujian. Kamu bahkan tidak perlu menceritakan yang sebenarnya di bagian ini, tim penilai hanya ingin melihat apakah kamu dapat berbicara secara artikulatif atau tidak.

Untuk persiapan lanjutan, kamu dapat membuat beberapa templat frase yang dapat kamu cocokkan dengan berbagai topik yang berbeda. Persiapan kecil dan frasa kecil yang sudah disiapkan sebelumnya membuatmu lebih percaya diri saat mengikuti tes. Tapi ingat, jangan berlebihan dan repetitif.

3. Mencatat selama tes TOEFL

Saat menjalani tes, jangan takut untuk mencoret-coret seluruh kertas awalmu. Bahkan meski kamu memakan waktu beberapa detik untuk mencatat, ini akan membantumu menghemat waktu nanti.

Tuliskan beberapa kata atau frasa kunci yang kamu dengar di bagian speaking dan garis bawahi kata-kata dan frasa penting dalam selembar teks di bagian bacaan. Membuat catatan dan menandai seperti ini juga akan menghindarkanmu dari pikiran blank ketika tiba waktunya untuk menjawab pertanyaan.

Sebelum kamu memberikan jawabanmu di bagian speaking dan writing, luangkan waktu untuk melakukan brainstorming beberapa topik dan frasa. Jika kamu punya waktu, kamu dapat membuat garis besar untuk pidatomu di bagian speaking.

4. Masukkan bahasa Inggris ke dalam kehidupan sehari-hari

Berapapun banyaknya bahasa Inggris yang kamu gunakan dan pelajari dalam kehidupan sehari-hari, kamu perlu melipatgandakannya dengan nyaman. Jika kamu tidak menggunakan banyak bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-harimu, maka mulailah memasukkan bahasa ini ke dalam rutinitas harianmu sedikit demi sedikit.

Tonton acara TV dan film serta video YouTube dalam bahasa Inggris. Baca artikel berita, majalah, buku, buku teks, atau blog dalam bahasa Inggris. Carilah seseorang yang dapat kamu ajak berbahasa Inggris.

Jika kamu menemukan teman yang bisa berbahasa Inggris, pastikan orang itu adalah seseorang yang memiliki pemahaman bahasa Inggris yang kompeten. Dan pastikan juga dia mau memperbaiki kesalahanmu jika perlu.

5. Berlatih bahasa Inggris di lingkungan yang ramai

Kamu kemungkinan besar akan mengambil IBT TOEFL, yang berarti kamu harus mengikuti tes di ruangan yang sama dengan orang lain yang mengambil TOEFL. Selama tes, akan ada banyak orang di sekitarmu berbicara pada saat yang sama. Ini dapat membuat sebagian orang gugup atau sulit mengingat apa yang harus dikatakan.

Meskipun kamu akan menggunakan headset saat tes listening, speaking, dan writing, kamu mungkin masih mendengar orang lain berbicara. Untuk meniru lingkungan yang mengganggu seperti ini, berlatihlah berbicara bahasa Inggris dengan seorang teman di lokasi yang ramai. Di mana saja dari kafe, alun-alun, sampai acara pesta di mana banyak orang berkumpul dan berbicara.

6. Berlatih berbicara dan menulis dengan timer

Waktu 45-60 detik untuk berbicara atau 20 menit untuk menulis esai mungkin terasa lama, tetapi kamu akan terkejut. Saat kamu menjawab pertanyaan, kamu mungkin merasa sulit untuk mengutarakan semua yang ingin kamu katakan.

Untuk berlatih speaking, lihat beberapa pertanyaan speaking dan writing TOEFL lama. Jawab pertanyaannya sambil secara ketat ikuti instruksi waktu persiapan dan waktu bicara/menulis. Ini akan membantumu terbiasa mempersiapkan dan menjawab pertanyaan dalam jangka waktu yang tepat.

Selalu berlatih berbicara dan menulis esai dengan waktu ujian yang tepat agar kamu dapat menyempurnakan jawaban dan strategi waktumu.

Nah buat kamu yang ingin menyempurnakan kemampuan bahasa Inggrismu agar bisa lulus tes TOEFL dengan baik, gabung saja dengan ICC. Kursus TOEFL di Jakarta ini akan membantumu mencapai skor terbaik. Jangan salah dalam memilih tempat les TOEFL di Jakarta karena kamu akan bersaing dengan banyak peserta yang kompeten dan menghadapi soal-soal yang sangat menantang. ICC akan membantu

ICC

About ICC

Leave a Reply